Ads Top

Catatan Perjalanan Survei Lapang SPPM 30 April 2017

Oleh: Rizky Aditya D (Peserta Rumah Kepemimpinan Regional V Bogor Angkatan 8)

Minggu 30 April 2017 saya bersama 23 perwakilan mahasiswa yang mengambil matakuliah dari divisi Sosilologi Pedesaan dan Pengembangan Masyarakat (SPPM) dari departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat berkumpul di lapangan parkir BNI dramaga untuk bersiap melakukan survei lokasi untuk kegiatan praktikum lapang SPPM pada tanggal 10-13 Mei mendatang. Kami didampingi tiga orang asisten praktikum touring menggunakan sepeda motor ke Palabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi yang semester ini menjadi tempat praktikum lapang. Waktu normal menempuh perjalanan Dramaga-palabuhan ratu adalah  tiga setengah jam menggunakan mobil via jalur lintas provinsi akan tetapi kami yang menggunakan sepeda motor mengambil jalan melewati cikadang yang relatif sepi namun dengan luas jalan yang sedikit sempit dan berliku.


Perjalanan dimulai pukul 06.30 setelah kelengkapan telah dipastikan siap dan berdoa bersama. Setiap beberapa menit sekali kami berhenti untuk mengecek kondisi rombongan supaya  tidak ada yang tersesat atau terpisah dari rombongan.  Perjalanan dengan banyak berhenti baik karena insiden ban bocor maupun pemberhentian yang dijadwalkan  membuat kami baru tiba di Palabuhan Ratu kira-kira pukul 11.

Setelah melaksanakan ishoma di masjid agung palabuhan ratu kami kembali melanjutkan perjalanan ke Desa tujuan masing-masing. Turun lapang kali ini terbagi dalam  kelompok yang disebar di  desa.  Desa Cimaja terdapat 5 kelompok yang salahsatunya adalah kelompok kami. Untuk tiba ke desa cimaja kami membutuhkan waktu hampir satu jam dikarenakan mencari kantor desa. Setibanya di kantor desa kami ditunjukan rumah Pak Suhermat kepala desa Cimaja saat ini oleh warga setempat.

Kondisi desa Cimaja selaku Desa yang telah banyak terpengaruh modernisasi dan banyaknya pengunjung di kawasan pantai yang tidak jauh membuat karakteristik masyarakatnya tidak jauh berbeda dengan masyarakat di desa Dramaga Bogor.  Pertanian masih menjadi pekerjaan yang dominan di desa ini hal ini wajar karena hanya 600 meter jalan utama palabuhan ratu yang masuk dalam wilayah desa dan masih ada area sejauh 7 km yang melintasi sebuah bukit hijau yang oleh masyarakat setempat disebut gunung cabe. Kelembagaan bentukan pemerintah seperti BUMDES belum berjalan optimal di desa ini begitu pula koperasi bentukan masyarakat. berdasarkan wawancara dengan pak emat diketahui terdapat LSM dan ormas-ormas yang dinilai kurang baik oleh pak emat dan pejabat desa setempat. Selain itu terdapat organisasi kepemudaan karang taruna namun menurut seorang pemuda desa mengatakan karang taruna masih belum terbentuk dengan rapih.

Kira-kira pukul 15.45 kami menutup perbincangan dengan pak emat dan mendapatkan dua rumah kosong yang bisa dihuni  4 kelompok yang belum mendapat tempat tinggal dan menawarkan kantor desanya jika mau. Untuk berjaga-jaga kami meminta tolong pak emat untuk mencarikan dua rumah lagi yang bisa dihuni kelompok lainnya. Pak emat juga menawarkan kami penyediaan makanan untuk praktikum lapang 10-13 Mei mendatang yang akan dikerjakan oleh warga setempat.

Pukul setengah lima sore kami menyempatkan mampir ke pantai merasakan indahnya pemandangan pantai sore dan mencari kedai bakso untuk mengembalikan energi yang terkuras habis semenjak dzuhur. Tepat seperti perjanjian awal kami tiba di masjid agung di waktu maghrib. Namun belum ada kelompok lain yang tiba dikarenakan kendala di desa masing-masing maupun jaraknya yang lebih jauh. Semua kelompok baru tiba lengkap di waktu sholat isya diantara kelompok yang datang belakangan terdapat seorang anggotanya yang sakit sehingga kami membutuhkan perubahan strategi untuk menempuh jalan pulang yang berjarak 110 km dengan medan jalanan yang gelap, sepi, menurun-menanjak dan berliku.

Perjalanan pulang dimulai pukul 20.00 keenambelas motor menyakan send kiri sebagai penanda rombongan hingga melewati cikadang dan jalan gelap lainnya, lalu sebagai penanda jika terjadi sesuatu kendala pengendara yang bermasalah akan membunyikan klakson beruntun yang akan diteruskan hingga motor terdepan. Hampir memasuki tengah malam rombongan kembali berhenti di tengah gelapnya jalan cikadang. Salah satu anggota rombongan tidak sadarkan diri dan merespon seperti orang yang kerasukan jin ketika dibacakan kalimat thoyyibah. Alhamdulillah ada pengendara mobil yang lewat dan bersedia mengantarkannya setelah dia sadar untuk melewati cikadang bersama seorang anggota lainnya.

Lewat tengah malam kami kembali bertemu dengan dua anggota rombongan kami yang diantarkan dengan mobil tadi di spbu. Di SPBU kami rehat sejenak dan saling menghibur melepas penat seharian mengendarai sepeda motor. Bermacam-macam candaan dan teka-teki bak menjadi oase yang memberikan semangat baru di sepertiga perjalanan yang tersisa. Beberapa perang pengendara dirubah dengan perhitungan energi yang dimilikinya tapi kebanyakan tidak dapat dirubah karena tidak semua bisa berkendara.

Setelah menempuh perjalanan kurang-lebih lima jam, akhirnya kami tiba di parkiran BNI. Titik berkumpul pagi lalu. Kali ini dengan kondisi mengantuk dan letih namun utuh, selamat, sehat wal afiyat. Namun perjalanan belum selesai masih ada tanggal 10-13 mei dan berbagai persiapan turun lapang. Semoga Allah memberkahi perjalan dan usaha kita semua.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.