Dialog Tokoh Spesial: Kepeloporan dan Pemuda Pelopor

Siapa yang tidak tahu ajang Pemuda Pelopor dari Kemenpora? Ajang ini memberikan penghargaan bagi para pemuda yang telah memberikan karya nyata untuk bangsa.
Pada hari Minggu, 26 Maret 2017, Dalam rangka menyambut lima belas tahun Rumah Kepemimpinan, Rumah Kepemimpinan Bogor menghadirkan dua orang tamu spesial, Bapak Elon Carlan dan Bapak Huala Sregar. Mereka adalah Peraih penghargaan Pemuda Pelopor di zamannya. Bapak Elon adalah Pemuda Pelopor di tahun 1994. Sekarang beliau menjadi salah satu kepala bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan. Pak Huala Siregar adalah Pemuda Pelopor pada tahun 1991 dan sampai hari ini beliau adalah juri untuk ajang kepeloporan tersebut.
Di awal sesi, Pak Huala menyampaikan tentang pentingnya kepeloporan Pemuda dan Bagaimana menjadi Pemuda Pelopor. Pak Huala menyatakan bahwa Pemuda Pelopor dinilai dari banyak aspek, salah satunya adalah ketakwaan dan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan tentunya Pemuda Pelopor dilihat dari karya nyata yang memiliki impact yang juga dirasakan secara nyata. Pak Huala memberikan banyak contoh siapa-siapa yang pernah menjadi Pemuda Pelopor dan karya yang telah mereka hasilkan. Salah satunya adalah Alfi Irfan, Pemuda Pelopor bidang Pangan yang merumakan Alumni IPB sekaligus Alumni Rumah Kepemimpinan Bogor. Tidak lupa Pak Huala memotivasi para peserta agar berusaha menjadi pelopor dalam rangka berkarya untuk bangsa.
Pak Elon Carlan, salah satu Pemuda Pelopor yang sangat inspiratif dalam banyak hal. Salah satu yang paling mengejutkan adalah beliau merupakan seorang tuna netra sejak lahir.
Pak Elon kemudian, menceritakan kisah hidupnya. Sejak awal kisah hidup beliau diceritakan, sekitar 200 audience yang terdiri dari peserta Rumah Kepemimpinan Bogor serta mahasiswa IPB dari berbagai latar belakang komunitas, kepanitiaan dan organisasi sdah dibuat terperanga. Bahkan tidak sedikit peseta yang berkaca-kaca sampai menangis terharu.
Kisah hidup Pak Elon Carlan memang berliku-liku, sampai akhirnya beliau sukses seperti sekarang, mulai dari berhasil menjadi Pemuda Pelopor Nasional bidang sosial, menjadi pejabat eselon tiga yang berkebutuhan khusus, sampai memiliki enam sekolah SLB yang gratis di Kuningan.
Pesan beliau adalah, Lihat Realitas Indonesia sekarang, lalu jujur akan realitas itu kemudian jadilah pelopor untuk mengubah Indonesia menjadi Lebih baik.
“Saya Elon, Seorang tuna netra yang melihat dunia dengan mata hati. Pejamkanlah mata kalian satu menit saja lalu bayangkan diri saya. Setelah itu berpikirlah, kalau Elon Carlan saja bisa, apalagi kalian yang diberikan kesempurnaan”.
Itulah pesan yang di satu sisi menyemangati sekaligus “menampar” setiap diri yang terlena pada kesempurnaannya. (GMJ)
Tidak ada komentar: