Naskah Do'a; Tentang Perseteruan

"Naskah do'a akan berbicara tentang seberapa besar
Atau memaknai yang maha besar
Naskah do'a akan berbicara tentang seberapa banyak
Atau memaknai pemilik segala hal
Naskah do'a akan berbicara tentang seberapa terlambat
Atau memaknai secepat hikmah datang
Naskah do'a akan berbicara tentang seberapa kecil
Atau memaknai ada kekuatan yang selalu membesarkan"
(Hazmy)
Penggalan naskah di atas adalah sebait puisi dari buku "Pemuda Skala Nano" yang membuat saya merenung lama. Judulnya "Naskah Do'a". Ada satu getaran yang berbeda saat membacanya, Ada makna yang memaksa diri melihat jauh kedalam sanubari. Ada perseteruan yang terjadi anatara satu sisi jiwa dengan satu sisi jiwa lainnya, yang tentunya dalam satu jasad.
Pada dasarnya jiwa punya dua sisi dengan kecenderungan berbeda, buruk atau baik, kejahatan atau ketaqwaan, sesuai dengan yang telah Allah firmankan dalam Al Qur'an
"Maka Dia mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kejahatan dan ketakwaannya" (QS: 91:8)
Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia punya potensi ke arah fujur dan takwa, termasuk dalam rangka mengadu melalui naskah-naskah do'a.
Perseteruan antara dua sisi jiwa ini akan berlabuh pada satu titik, yaitu orientasi. Do'a adalah ibadah. akan tetapi apakah ketika orientasi do'a itu salah, masih bisakah ia disebut ibadah? Kesalahan pada sisi orientasi adalah indikasi dari ketidaksempurnaan niat. boleh jadi dalam catatan amal malaikat tetap terkategori ibadah, akan tetapi saat hari hisab tiba, Allah mengatakan di hadapan seluruh manusia bahwa itu semua dusta
Bukankah banyak orang-orang yang di dunianya merasa beramal begitu banyak, akan tetapi di akhirat dijadikan oleh Allah amal-amal yang dibanggakan itu menjadi debu-debu sisa riya, debu-debu sisa kesombongan, debu-debu sisa kemunafikan. Dalam firman-Nya Allah SWT menyampaikan
“Dan Kami akan Perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan Jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (Al-Furqon 23)
Ikhlash adalah ruh dari amal, termasuk do'a. Keikhlasan adalah tanda dari menangnya hati nurani atas hawa nafsu. kembali ke naskah do'a, saat ia dilafalkan siapakah yang berbisik? Nafsu ataukah nurani?
saat kau berdo'a, apa yang kau cari
Salam tinta, -GMJ-
Puisi oleh Hazmy, peserta Rumah Kepemimpinan Regional 5 Bogor
Tidak ada komentar: