Ads Top

Dialog Tokoh; Siraman Hikmah Sang Profesor

Dialog tokoh merupakan program yang rutin diadakan oleh rumah kepemimpinan. Tak terkecuali Rumah Kepemimpinan Regional V Bogor. Pada April ini, Rumah Kepemimpinan Bogor kedatangan seorang profesor ahli tumbuhan obat tropika, Prof. Dr. Ir. Ervizal Amir Muhammad Zuhud, MS atau yang akrab dipanggil Prof. Amzu.

Pada Dialog Tokoh kali ini, peserta diajak untuk menyelami hikmah yang begitu dalam yang diambil dari orasi ilmiyah beliau. “Yang saya hawatirkan bukanlah iptek,” kata Prof Amzu, “akan tetapi rusaknya moral pemuda”.

Dalam sesi ini, Pak Amzu banyak memberikan nasihat kepada tiga puluh peserta Rumah Kepemimpinan Bogor. Berikut adalah beberapa hal yang beliau sampaikan.

“Pemimpin itu tidak selalu harus di depan. Kadang di tengah, kadang di belakang
Bahkan kadang tak nampak. Pemimpin itu memberi yang sebanyak-banyaknya, bukan mengambil sebanyak-banyaknya⁠⁠⁠⁠. Laiknya orang tua yang menanam durian karena memikirkan anak cucunya.”

Selain memberikan banyak nasihat, Prof. Amzu juga membahas terkait banyaknya fallacy dalam melaksanakan pembangunan. Beliau berpendapat bahwa pembangunan itu harus dimulai dari kampung, dari desa, bukan dari pusat. Hal ini bisa dianalogikan dengan Organisme yang diawali dari sel, kemudian membentuk jaringan, organ , dan individu. Tubuh yang kuat disusun dari sel-sel yang juga kuat. Negara yang kuat disusun dari desa-desa yang juga kuat.

Di akhir sesi beliau menyampaikan sebuah pesan untuk senantiasa bersyukur atas kelibihan yang diberikan.  Kelebihan tersebut ada bukan untuk dipersaingkan akan tetapi dikerjasamakan. Penutup dari Prof. Amzu adalah sebuah pesan;

“Jemput rahmat Allah dengan mengingat Allah, dengan sholat lima waktu dan tepat waktu. Mau perjalanan ke mana pun, carilah di mana kita bisa sembahyang lagi”

Salam Tinta –GMJ-


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.