Wanna Be Writer
Rabu, 26 April – Kamis, 27 April 2017
telah dilaksanakan kegiatan Wanna be
Writer (WbW) oleh Ketua Ikatan
Alumni Rumah Kepemimpinan, Adlil Umarat, atau akrab disapa dengan nama bang
Aad. Kegiatan ini dilakukan di Aula Alumni RK 5 Bogor, dengan mengusung tema
“Menulis Semudah Berbicara”. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama
dilakukan pada pukul 20.00 – 22.00 WIB dan sesi kedua dilakukan esok paginya,
pada pukul 05.00 – 07.30 WIB. Pada sesi pertama, bang Aad memaparkan beberapa
“aturan main” selama kegiatan, dan kemudian beliau menjelaskan tentang alasan
pentingnya menulis dan beberapa pengalaman selama beberapa tahun ke belakang.
Selain itu, bang Aad memberikan rumus 3AT, yaitu ‘lihat’, ‘catat’, dan ‘tamat’
sebagai metode yang dapat diterapkan dalam menganalisis suatu berita atau
tulisan, serta memberikan beberapa tips untuk membuat suatu kerangka tulisan.
Sesi pertama ini berlangsung secara interaktif antara bang Aad dengan peserta,
dan berakhir pada pukul 22.00 WIB.
Pada sesi kedua, bang Aad kembali
memaparkan beberapa tips untuk membuat suatu kerangka tulisan. Kemudian,
peserta dibagi ke dalam 7 kelompok dan diminta untuk membuat suatu kerangka
tulisan dari sebuah berita yang sudah terjadi. Berita yang digunakan sebagai
contoh berupa video yang diambil dari situs youtube.com
tentang “Kekecewaan Presiden Jokowi terhadap Raja Salman dalam Berinvestasi di
Indonesia”. Masing-masing kelompok diberi waktu kurang lebih 20 menit untuk
menyusun kerangka tulisan, yang kemudian dipresentasikan di depan peserta yang
lain. Dalam sesi kali ini, peserta diminta untuk berpikir secara kritis dalam
menganalisis dan menanggapi berita yang beredar di masyarakat saat ini. Peserta
terlihat sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan, yang ditunjukkan
dengan banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. Di
akhir kegiatan, bang Aad membagikan kertas dan meminta peserta untuk memberikan
feedback terhadap kegiatan WbW yang
sudah dilakukan, dan menyarankan peserta untuk melakukan media mapping sebelum menulis. “Yang terpenting adalah praktik,
praktik, dan praktik. Karena tanpa praktik, kita tidak akan pernah bisa
menghasilkan suatu karya” –Adlil Umarat
Bagus Rahmansyah Priyoadi
Tidak ada komentar: